Selasa, 26 Februari 2008

Pengaruh Karakter Elemen dan Kepribadian Terhadap Penataan Desain Rumah Tinggal

Arsitektur Indonesia dipengaruhi oleh berbagai macam aliran dan budaya, baik budaya dari dalam maupun dari luar. Budaya dari luar salah satunya adalah Feng Shui.

Dalam feng shui mengenal karakter elemen dasar manusia yaitu Api, Tanah, Logam, Air, dan Kayu. Menurut para ahli feng shui karakter ini sangat berpengaruh terhadap kepribadian setiap manusia.

Di dunia psikologi modern, kita juga mengenal kepribadian manusia yang terbagi dalam beberapa karakter, yaitu Sanguinis, Melankolis, Koleris, dan Phlegmatis.

Arsitektur adalah penengah yang diharapkan mampu mewadahi kegiatan dan keinginan dari berbagai macam karakter elemen dan kepribadian manusia, akan tetapi sebagai wadah maka Arsitektur juga dapat membentuknya.

Mari kita bermain bentuk dan watak…!!!

Elemen Api

Orang dengan karakter elemen Api cenderung memiliki gabungan antara kepribadian Sanguinis dan Koleris. Sangunis memiliki semangat yang berapi-api, menyenangkan, mudah berteman, terbuka dan selalu optimis. Seorang Koleris sangat kuat sifat kepemimpinannya, menjadi pelaku dalam setiap aktifitasnya, dan pandai berorganisasi.

Desain untuk karakter Elemen Api

Mereka menyukai desain yang serba terbuka, ruang tamu yang relatif luas dengan main gate yang menonjol dan banyak bukaan-bukaan jendela.

Ruang tamu dan ruang keluarga yang cenderung menyatu karena bagi mereka hampir tidak ada batasan antara keluarga dan teman.

Tidak banyak bermain-main dalam pola hubungan ruang, mereka lebih sesuai pola yang simple dan mudah diakses.

Pemilihan warna yang sesuai adalah warna-warna yang berani, misal merah.

Elemen Tanah

Karakter elemen Tanah adalah gabungan dari orang yang berkepribadian Melankolis dan Phlegmatis. Melankolis adalah pribadi yang perfeksionis, sangat terperinci, teratur dan ekonomis. Sedangkan gabungannya adalah kepribadian Phlegmatis yang selalu damai,begitu rendah hati, santai dan dapat diandalkan untuk menjadi penengah menghadapi persoalan.

Desain untuk karakter Elemen Tanah

Mereka menyukai desain yang tidak terlalu terbuka, dengan ruang tamu yang relatif kecil.

Main gate yang tidak terlalu menonjol dengan karena mereka selalu menginginkan semua ruang serasa bersifat privat

Pengaturan antara ruang public dan privat harus jelas.

Sebisa mungkin tidak menggabungkan dua fungsi ruang atau lebih pada suatu ruang.

Pola hubungan ruang diatur sedikit terpisah-pisah dan walaupun bermain-main dengan sedikit kerumitan, justru itu yang akan membuat mereka merasa nyaman.

Pemilihan warna yang cocok adalah warna-warna pastel.

Elemen Logam

Elemen logam memiliki ketegasan Koleris dan kesempurnaan Melankolis. Gabungan karakter ini menghasilkan orang yang tajam dalam berpikir dan bertindak, peka dalam menemukan suatu permasalahan sekaligus cepat memutuskan yang terbaik dalam menyelesaikannya, memiliki citarasa seni yang tinggi.

Desain untuk karakter Elemen Logam

Mereka menyukai desain bangunan yang tampak tegas, misal dengan dengan main gate yang didominasi pilar-pilar yang kokoh.

Tidak terlalu senang bermain-main dengan bentuk fasade yang variatif.

Langit-langit yang cenderung tinggi terutama pada bagian ruang utama dimana biasanya dia bertemu dengan orang lain.

Pemilihan warna tidak terlalu berani, kebanyakan yang dipilih adalah warna putih.

Elemen Air

Sifat Air adalah selalu mencari tempat yang lebih rendah, menyesuaikan wadahnya, walaupun kadang sangat menghanyutkan. Orang berelemen Air memiliki keceriaan Sanguinis ketika berada di lingkungan yang menyenangkan dan memiliki pribadi Melankolis yang tenang dan peka terhadap sekitarnya

Desain untuk karakter Elemen Air

Mereka selalu ingin menggabungkan unsur-unsur desain yang berbeda, namun secara konseptual masih tetap satu alur.

Berikan warna-warna natural yang cerah.

Cenderung bermain-main dengan ruang luar, misal kolam ikan atau kolam renang.

Elemen Kayu

Karakter Kayu adalah karakter yang paling fleksibel dari semua karakter elemen yang ada, dapat menyesuaikan dengan dimana tempat tumbuhnya. Karakter ini gabungan antara Sanguinis menghidupkan suasana dan Phlegmatis yang tenang dan mampu menjaga keseimbangannya.

Desain untuk karakter Elemen Kayu

Mereka menyukai desain-desain yang berbau-bau etnik dan tradisional, bukan hanya dalam interior bangunan saja tetapi juga pada eksterior bangunan.

Penggunaan material-material alam untuk diexpose pada bangunan, misal penggunaan dinding dengan batu bata expose.

Dalam pengolahan ruang lebih pada banyaknya bukaan-bukaan, bukan hanya bermain pada bukaan pintu dan jendela saja tetapi juga adanya taman di dalam ruangan.

Vegetasi bukan hanya untuk memperindang dan memperindah bangunan tetapi juga menjadi bagian dari bangunan itu sendiri.

Uraian diatas hanya berdasarkan pada logika, apabila ada yang kurang sesuai mohon saran yang membangun agar dunia arsitektur Indonesia lebih berwarna dan mermakna. (mas fer)

Penggunaan Vegetasi pada Rumah Menurut Kepercayaan Budaya Jawa

Banyak sekali mitos-mitos yang berkembang pada budaya masyarakat jawa, salah satunya adalah mengenai tanaman yang berpengaruh pada rumah tinggal dan penghuni didalamnya. Berikut beberapa contoh tanaman yang sebaiknya dan tidak sebaiknya ditanam untuk rumah tinggal.

Tanaman yang sebaiknya ditanam

Srikaya (kaya) : supaya banyak kekayaan.

Sawo Kecik (becik) : supaya selalu baik

Palem Raja (Rojo) : supaya jadi pemimpin

Cempaka Mulia : supaya selalu hidup dalam kemuliaan

Kenanga (kenang) : supaya selalu di kenang

Tanaman yang sebaiknya tidak ditanam

Lombok/Cabai : supaya rumah-tangga tidak selalu pedas/panas

Kamboja : supaya suasana tidak terasa angker

Bambu Apus : supaya tidak selalu berbohong

Percaya tidak percaya kembali pada keyakinan anda. Silahkan menambah apabila didaerah anda juga ada budaya semacam ini. Selamat bercocok-tanam…!!!

(mas_fer)